12 Kaum Yang Allah SWT Binasakan’

Dalam Al Quran ,banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah kerana mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang.

Peringatan..!! ’12 Kaum Yang Allah SWT Binasakan’

‘Berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan.Kaum Nabi NuhNabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14).
Kaum Nabi Hud

Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).

Kaum Nabi Saleh

Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).Kaum Nabi LuthUmat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Kaum Nabi Syuaib
iklntengah
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu’araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).

Firaun

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).Ashab Al-Sabt.Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A’raaf: 163).

Ashab Al-Rass

Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (ada pula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdud

Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

Ashab Al-Qaryah

Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba’

Tubaa’ adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

Kaum Saba

Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma’rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).h

7 Tip Menulis Karya Tulis Ilmiah

Para siswa pasti sepakat kalau ngerjain KTI itu sebenernya seru. Gimana nggak, kita diajak untuk berada lebih dekat dan mengamati lebih dalam isu-isu terdekat yang kita sukai. Pun, nyaris semua siswa yang HAI ajak ngobrol bilang kalau KTI itu banyak manfaatnya.

Tapi, tentu, KTI nggak pernah lepas dari tantangan dan kesulitan. Mulai dari susah nyari buku referensi, nyari narasumber, mewawancara atau nyebar angket. Nah, dari sekian banyak tantangan ternyata yang paling sulit dihadapi itu adalah rasa malas! Hehe, ngaku aja, deh. Kalau udah males, semua hal yang sulit jadi makin ogah dihadapi. Tapi, HAI nggak bakal membiarkan itu terjadi. Nih, HAI kasih beberapa info dan tips biar bikin KTI kamu lancar jaya

 

1. Pilih isu yang kamu suka

 

Yap, penelitian yang baik itu adalah penelitian yang deket banget sama penelitinya. Dengan begitu, kamu bakal terdorong untuk melakukannya secara mendalam.

2. Banyak konsumsi media

Dari mulai beritaonline, surat kabar,berita di TV, dan tentu artikel-artikel di majalah HAI, adalah sumber inspirasi. Dari mulai ide isu penelitian sampai inspirasi dalam menulis, bisa ditemui di sana.

3. Utamakan Sumber Buku Daripada Internet

Alasannya, tentu saja karena buku lebih kredibel informasinya. Lagipula, para guru tahu banget, kalau siswa terlalu banyak nyomot referensi dari Internet kemungkinan copy-pastenya gede. Hehe.

4. Konsultasi Ke Senior

Jangan urung untuk konsultasi ke selain guru pembimbing kamu. kalau punya kakak, atau malah gebetan yang lebih senior, coba konsultasikan penelitianmu ke dia. Siapa tau bisa dapet masukan

5. Tulis, Baca, Tulis Lagi

Nggak ada karya tulis yang bisa bagus secara instan. So, jangan gampang puas. Kalau udah selesai, coba baca lagi, pasti ada aja deh yang perlu diperbaiki. Entah itu typo, kalimat yang nggak sesuai EYD, atau malah dapet ide baru.

6. Cari Referensi Di Tempat Yang Tepat

Lo butuh contoh karya tulis? atau mau liat-liat judul penelitian yang udah pernah ada, beberapa situs ini bisa lo coba:

· e-resources.perpusnas.go.id

Di perpustakaan digital milik pemerintah ini kita bisa mengakses banyak banget penelitian dari dalam atau pun luar negeri, lho. Gratis. Syaratnya, cukup log in aja.

· http://www.academia.edu

Portal yang mewadahi seluruh akademisi manca negara ini adalah sumur yang paling asik untuk cari referensi penelitian. Dari mulai makalah, paper, skripsi sampai disertasi ada di sini.

7. Ngerjain Di Perpustakaan yang Cozy

Butuh cari buku atau sekedar nyari tempat asik untuk ngetik? Perpustakaan cozy ini bisa jadi tempatnya.

· Perpustakaan Kemdikbud

Lokasi: Gedung A Lantai 1 dan Mezanin, JL Jenderal Sudirman, Senayan, 12190, Indonesia

· Perpustakaan Freedom Institute.
Lokasi: Jl. Proklamasi No. 41, Jakarta Pusat

· Jogja Library Center.

Lokasi: Jl. Malioboro No.175, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

· Perpustakaan Universitas

Yap, hampir tiap kampus pasti punya perpustakannya sendiri. Dan pasti terbuka untuk umum, kok. Nggak usah segan untuk dateng. Beberapa pespus kampus bahkan punya fasilitas lain yang keren. Contohnya, perpustakaannya Universitas Indonesia di Depok sana.

 

Selamat mencoba, sukses ya tugasnya.

 

 

Sumber : http://hai-online.com/Feature/Skulizm/Dapet-Tugas-Karya-Tulis-Ilmiah-Dari-Sekolah-Tenang-7-Tips-Ini-Akan-Memudahkanmu?utm_source=line&utm_medium=app&utm_campaign=share_content&utm_content=article

 

 

Jangan Kaget

Antum jangan kaget ya.. Saya mau ngasih kabar mengejutkan. Pokoknya Antum jangan kaget.

Pernah beberapa kali saya iseng nanya ke teman-teman. Mereka semuanya adalah anak pengajian. Kalau di sekolah atau di kampus, mereka dibilangnya anak rohis atau aktivis dakwah. Ternyata hampir semuanya menjawab:

‘Belum pernah!’

Pertanyaan saya sebenarnya sederhana: “Selama hidup ini, berapa kali Antum menamatkan baca terjemahan al-Qur’an?”

Hayoo… ! Kalau Antum pernah berapa kali? Jangan-jangan belum pernah sekali pun!

Kenapa saya iseng mengajukan pertanyaan seperti ini?

Ceritanya waktu itu, waktu saya masih kuliah, teman sekamar saya pernah nanya tiba-tiba. Tanpa saya sangka-sangka.

_*Ente pernah berapa kali namatin baca terjemahan al-Qur’an?*_

Saya waktu itu nggak bisa jawab langsung. Saya terdiam sejenak. Karena seingat saya, tidak pernah sekalipun saya meniatkan untuk membaca rutin terjemahan al-Qur’an dari awal sampai akhir.

Kalau khatamin al-Qur’an alhamdulillah sering. Terutama di bulan Ramadhan. Tapi kalau namatin baca terjemahannya, sepertinya belum pernah.

Pernah waktu SMA dulu, sambil nunggu waktu Isya, saya biasa baca-baca buku tafsir al-Qur’an yang ada di rak masjid. Tapi nggak sampai selesai. Kesimpulannya memang saya belum pernah sekalipun membaca terjemahan al-Qur’an dari awal sampai akhir, dengan niat untuk menamatkannya.

Teman saya, kemudan berkata:

_*Orang non Muslim ajah ada yang mau membaca terjemah al-Qur’an sampai selesai…*_ _*Banyak yang kemudian dapet hidayah karena baca terjemahan al-Qur’an….*_

Semenjak itu, saya jadi tersadar. Bener juga kata teman saya ini. Mestinya kita orang Islam yang harusnya lebih semangat baca terjemahan al-Qur’an. Bukankah kita sering mengatakan:

Al-Qur’an pedoman kita…
Al-Qur’an adalah petunjuk kita…
Al-Qur’an adalah pelita…
Al-Qur’an ibarat peta…

Namun yang jadi pertanyaan sekarang:

Gimana bisa al-Qur’an jadi petunjuk, kalau artinya saja kita nggak tau???

Nah…!

Ini PR buat kita semua..
Ini renungan buat kita bersama, termasuk saya…

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Hajrul Qur`an (berpaling dari al Qur`an) itu ada beberapa bentuk.

* Pertama : Berpaling tidak mau mendengarkannya, dan tidak mengimaninya.

* Kedua : Tidak mengamalkannya, dan tidak berhenti pada apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya, walaupun ia membaca dan mengimaninya.

* Ketiga : Ttidak berhukum dengannya dalam masalah ushuluddin (pokok-pokok agama) serta cabang-cabangnya.

* Keempat : Tidak merenungi dan tidak memahami, serta tidak mencari tahu maksud yang diinginkan oleh Dzat yang mengatakannya.

* Kelima : Tidak mengobati semua penyakit hatinya dengan al Qur`an, tetapi justru mencari obat dari selainnya. Semua perbuatan ini termasuk dalam firman Allah Azza wa Jalla:

“Rasul berkata : “Wahai, Rabb-ku. Sesungguhnya kaumku telah menjadikan al Qur`an ini sesuatu yang tidak diacuhkan”. [al Furqan/25 : 30].

(Dikutip dari https://almanhaj.or.id/2767-meraih-cinta-allah-subhanahu-wa-taala-dengan-al-quran.html)

Mungkin ini saja sedikit renungan dari saya..

Semoga yang sedikit ini jadi pengingat untuk kita semua.

Baarakallahu fiikum

Haram Tersentuh Api Neraka

Nabi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram  ( tersentuh api ) neraka ?._ *Para sahabat berkata,*  _”Iya, wahai Rasulalloh!”._ *Beliau menjawab,* _”(Haram tersentuh api neraka) adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl”_
(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Hiban)

*▶1. Hayyin*
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan dzahir maupun batin. Tidak labil gampang marah, grusah-grusuh dalam segala hal, penuh pertimbangan. Tidak gampangan memaki, melaknat dan ngamuk tersulut berita yang sampai padanya. Teduh jiwanya…

*▶2. Layyin*
Orang yang lembut dan kalem, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, main cantik sesuai aturan, tidak semaunya sendiri, segalanya tertata rapi. Tidak galak yang suka memarahi orang yang berbeda berbeda pendapat dengannya. Identik tidak suka melakukan pemaksaan pendapat.

*▶3. Qorib*
Bahasa jawanya “gati”, ramah diajak bicara, menyenangkan orang bagi yang mengajak bicara. Tidak acuh tak acuh.Biasanya murah senyum jika bertemu dan wajahnya berseri-seri dan enak dipandang. Mudah untuk diajak berteman.

*▶4. Sahl*
Orang yang *mempermudah*, tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada *solusi bagi setiap permasalahan*. Tidak suka berbelit-belit, *tidak menyusahkan* dan membuat orang lain lari menghindar.

*Keempat kata memiliki makna yang mirip, sama dan saling melengkapi dalam bingkai Akhlakul karimah.*

*Semoga Kita Semua  Termasuk Golongan tersebut … In syaa Alloh*

“YA ALLOH SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH *MENCIPTAKAN ( FISIKKU ) DENGAN BAIK MAKA PERBAIKILAH AKHLAKKU…..!*”
(HR. Imam Ahmad)

Hari Jum’at telah hadir, mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan sodaqoh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih Bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

 

Benarkah Kisah “Alqomah Anak Yang Durhaka Kepada Ibunya?

images
Oleh : Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf hafidzahullah
Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu hari dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk meberitahukan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keadaan Alqomah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar Rumi dan Bilal bin Robah radhiyallahu ‘anhum untuk melihat keadaannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pergilah kerumah Alqomah dan talqinlah untuk menguncapkan Laa ilaha Illallah.”Akhirnya mereka berangkat kerumahnya, ternyata pada saat itu Alqomah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka mentalqinnya, namun ternyata lisan Alqomah tidak bisa mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya,”Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?” Ada yang menjawab,”Ada, wahai Rasulullah, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah tua renta.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim utusan untuk menemuinya, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada utusan tersebut,”Katakan kepada ibunya Alqomah, jika dia masih mampu untuk berjalan menemui Rasulullah, maka datanglah, namun jika tidak, maka biarlah Rasulullah yang datang menemuinya.”

Tatkala utusan itu sampai ketempat ibunya Alqomah, dan pesan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah disampaikan, maka dia berkata,”Sayalah yang lebih berhak untuk mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka dia pun memakai tongkat dan berjalan mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesampainya dirumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia mengucapkan salam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab salamnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Wahai ibu Alqomah, jawablah pertanyaanku dengan jujur. Sebab jika engkau berbohong maka akan datang wahyu dari Allah azza wa jalla yang akan memberitahukan (hal itu) kepadaku. Bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqomah?” maka sang ibu menjawab,”Wahai Rasulullah, dia rajin  mengerjakan shalat, banyak puasa, dan senang bersedekah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya,”Lalu bagaimana perasaanmu terhadapnya?” Dia menjawab,”Saya marah kepadanya wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi, “Kenapa?” Dia menjawab,”Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya, dan dia pun durhaka kepadaku.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqomah sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.” Kemudian beliau bersabda,”Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.” Si Ibu bertanya,”Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau lakukan.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Saya akan membakarnya dihadapanmu.” Dia menjawab,”Wahai Rasulullah, saya tidak tahan apabila engkau membakar anakku dihadapanku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Wahai ibu Alqomah, sesungguhnya adzab Allah azza wa jalla lebih pedih dan lama. Kalau engkau ingin agar Allah azza wa jalla mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqomah. Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sholat, puasa, dan sedekahnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya.” Lantas sang ibu ini berkata,”Wahai Rasulullah, Allah azza wa jalla sebagai saksi, serta semua kaum muslimin yang hadir saat ini, bahwa saya telah ridho kepada anakku Alqomah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu,”Wahai Bilal, pergilah kepadanya dan lihatlah apakah Alqomah sudah bisa mengucapkan syahadat ataukah belum. Barangkali ibu Alqomah mengucapkan sesuatu yang bukan berasal dari hatinya, atau barangkali dia hanya malu kepadaku.” Bilal pun berangkat, dan ternyata dia mendengar Alqomah dari dalam rumah mengucapkanLaa Ilaha Illallah. Maka Bilal masuk dan berkata,”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kemarahan ibu Alqomah telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridhonya telah menjadikannya mampu mengucapkan.”

Dan akhirnya Alqomah meninggal dunia saat itu juga. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dan memerintahkan agar dia dimandikan lalu dikafani, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mensholatinya dan menguburkannya, dan didekat kuburan itu beliau bersabda,”Wahai sekalian kaum Muhajirin dan Anshor, barangsiapa yang melebihkan istrinya daripada ibunya, maka dia akan mendapatkan laknat dari Allah azza wa jalla, para malaikat, dan seluruh manusia. Allah azza wa jalla tidak akan menerima amalannya sedikitpun kecuali kalau dia mau bertaubat, dan berbuat baik kepada ibunya, serta meminta keridhoannya, karena ridho Allah azza wa jalla tergantung pada ridhonya dan kemarahan Allah azza wa jalla tergantung pada kemarahananya.”

Kemasyhuran Kisah Ini

Kisah ini dengan perincian peristiwanya di atas sangat masyhur di kalangan kaum muslimin. Para penceramah selalu menyebutkan ketika berbicara tentang durhaka kepada kedua orang tuanya. Bahkan sepertinya, jarang sekali kaum muslimin yang tidak mengenal kisah ini. Dan yang semakin membuatnya masyhur adalah bahwa kisah ini terdapat dalam kitab al Kabair yang disandarkan kepada al Hafidz adz Dzahabi rahimahullah. Padahal kitab al Kabair yang terdapat kisah ini, bukanlah tulisan Imam adz Dzahabi rahimahullah, sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman rahimahullah dalam kitab beliau Kutubun Hadzara Minha Ulama, juga dalam muqoddimah kitab adz Dzahabi rahimahullah yang sebenarnya.

Kisah ini juga terdapat dalam kitab-kitab yang membicarakan tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua. Namun itu semua tidaklah dapat menjadi jaminan bahwa kisah ini shohih.

Takhrij Hadits Ini

Hadits yang menyebutkan kisah ini secara umum diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/382, Thobroni, Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6/197, dan dalam Dala’ilun Nubuwwah 6/205. Semuanya dari jalan: Yazid bin Harun berkata, telah menceritakan kepada kamu Fa’id bin Abdirrohman, (dia) berkata, “Saya mendengar Abdullah bin Abi Aufa berkata,”Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata,”Wahai Rasulullah, disini ada seorang pemuda yang sakaratul maut, dia disuruh untuk mengucapkan syahadat namun tidak bisa mengucapkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya,”Bukankah dia mengatakannya selama hidupnya?” dijawab,”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya,”Lalu apa yang menghalanginya untuk mengucapkan syahadat saat akan mati?”…..Lalu selanjutnya diceritakan tentang kisah pemuda ini yang durhaka kepada ibunya, dan keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membakarnya yang akhirnya ibunya ridho kepadanya, dan dia pun bisa mengucapkan syahadat, lalu meniggal dunia sampai akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Segala puji bagi Allah azza wa jalla yang menyelamatkannya dari api neraka.”

Derajat Hadits Ini

Kisah ini : LEMAH SEKALI

Sisi kelemahannya adalah bahwa kisah ini diriwayatkan hanya dari jalur Abul Warqo’ Fa’id bin Abdirrahman, sedangkan dia adalah seorang yang ditinggalkan haditsnya, dan seorang yang  tertuduh berdusta.

Berkata Ibnu Hibban rahimahullah,”Dia termasuk orang yang meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang-orang yang terkenal. Dia meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa dengan hadits-hadits yang mu’dhol, maka tidak boleh berhujjah dengannya.

Berkata Imam Bukhari rahimahullah,”Dia meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa, dan dia seorang yang munkar hadits.”

Berkata Ibnu Hajar rahimahullah,”Dia orang yang lemah, tidak tsiqoh, dan ditinggalkan haditsnya dengan kesepakatan para ulama.”

Oleh karena itu para ulama telah melemahkan hadits ini, diantaranya:

1. Imam Ahmad dalam Musnad beliau

2. Al Uqoili dalam adh Dhu’afa al Kabir 3/461

3. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6/198

4. Ibnul Jauzi dalam al Maudhu’at 3/87

5. Al Mundziri dalam at Targhib wat tarhib 3/222

Karena beliau meriwayatkan kisah ini dengan lafaz (ra waw ya – diriwayatkan). Sedangkan beliau mengatakan dalam muqoddimah kitab tersebut: apabila dalam sanad sebuah hadits terdapat seorang pendusta, pemalsu hadits, tertuduh berdusta, disepakati untuk ditinggalkan haditsnya, lenyap haditsnya, lemah sekali, lemah atau saya tidak menemukan penguat yang memungkinkan untuk mengangkat haditsnya menjadi hasan, maka saya mulai dengan lazadz (ra waw ya – diriwayatkan). Dan saya tidak menyebutkan siapa perowinya juga tidak saya sebutkan sisi cacatnya sama sekali. Dari sini maka sebuah sanad yang lemah bisa diketahui dengan dua tanda, pertama: dimulai dengan lafadz (ra waw ya – diriwayatkan), dan tidak ada keterangan sama sekali setelahnya.”

6. Adz Dzahabi dalam Tartibul Maudhu’at no.874

7. Al Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id 8/148

8. Ibnu ‘Aroq dalam Tanzihusy Syari’ah 2/296

9. Asy Syaukani dalam Al Fawa’id al Majmu’ah

10.  Al Albani dalam Dlo’if Targhib

Ganti Yang Shohih

Setelah diketahui kelemahan hadits ini, maka tidak boleh bagi siapapun untuk menyebutkan kisah ini saat membahas tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua dan larangan durhaka kepadanya. Namun perlu diketahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban syar’i dan durhaka adalah sebuah keharaman yang nyata. Banyak ayat dan hadits yang menyebutkan hal ini, diantaranya:

Firman Allah azza wa jalla (yang artinya):

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS.al Isro’:23]

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata,”Saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijrah, namun saya meninggalkan kedua orang tuaku menangis.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau membuat keduanya menangis.” [HR.Abu Dawud dengan sanad shohih.lihat Shohih Targhib: 2481]

Dari Abdullah bin Umar berkata, “Saya mempunyai seorang istri yang saya cintai, namun Umar membencinya, dan dia mengatakan kepadaku, “Ceraikan dia.” Saya pun enggan untuk menceraikannya. Maka Umar datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menyebutkan kejadian itu, maka Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku,”Ceraikanlah dia.” (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan beliau menshohihkannya. Berkata Tirmidzi: “Hadits ini Hasan Shohih.”)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dosa-dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa serta sumpah palsu.” (HR.Bukhari)

Dan untuk mengetahui banyak hadits tentang pahala berbuat bakti kepada kedua orang tua dan ancaman bagi yang durhaka kepada keduanya, lihatlah shohih Targhib wat Tarhib Oleh Syaikh al Albani rahimahullah pada bab ini. Wallahu A’lam.

Sumber: Majalah al Furqon Edisi 06 Tahun ketujuh / Muharrom 1429 / Jan-Feb 2008 Hal.56-58

Artikel: www.kisahislam.net

 

Rahasia Sholat di Awal Waktu

 

unduhan (1).jpg

Rasulullah SAW bersabda, “Amalan yang paling dicintai oleh ALLAH SWT adalah ~solat pada waktunya~ berbakti kepada orang tua, kemudian jihad di jalan ALLAH SWT” (Kanzul Ummal, jilid 7, hadis 18897)

Setiap perpindahan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Berikut pengamatan para ahli dibidangnya (kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan sebagainya)

waktu shubuh

Subuh ~ Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi, itu karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.

Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid, Dalam ilmu Fisiologi tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama waktu rukuk dan sujud.
 

dzuhur


Dzuhur ~ Mereka yang selalu ketinggalan solat zuhur akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta kurang keceriaan di rona wajah. Mungkin ini salah satu sebab kegalauan anda.

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahsia berkaitan dengan mood seseorang.



Asar ~ Orang yang ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kretivitas dalam dirinya…

Alam berubah lagi warnanya menjadi oren. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yakitu prostat, rahim, ovari, dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhannya. Warna oren di alam juga mempengaruhi kreativiti seseorang. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dan warna alam tersebut.



Maghrib ~ pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi Jin dan Iblis.

Warna alam kembali berubah merah. Sering pada waktu ini kita mendengar pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga kerana mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan solat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat kerana pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tindanan dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan boleh menimbulkan fatamorgana yang boleh mengganggu penglihatan kita….


Isya’ ~ Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya’ akan sering merasa gelisah.

Warna alam berubah menajdi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya’ mempunyai rahsia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk beristirehat yakni merehatkan tubuh badan. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.


Tahajjud ~ Jika dilakukan secara rutin akan bermanfaat baik secara Psikolgis dan Mental

Setelah tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal, kelengar pituitary, thalamus dan hypothalamus (kelenjar dan organ-organ yang berpengaruh penting pada otak).

Mengingat begitu besar manfaatnya, marilah kita saling mengingatkan, supaya kita senantiasa bisa mengerjakan Sholat dengan tepat waktu. Sholat adalah amal pertama yg di hisab, jadi kerjakanlah dengan sungguh2, jika kita lolos saat pemeriksaan amal sholat, Insyalloh kita akan selamat di alam akherat.
Silahkan Klik Like dan Bagikan agar kamu dan keluargamu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal’alamin

 Sumber : http://9trendingtopic.blogspot.com/2015/04/inilah-rahasia-sholat-di-awal-waktu.html

Mengapa Membaca Al-Qur’an itu Penting ?

 

unduhan (2).jpg

Tulisan bagus dari Dr Amir Faishol Fath:

Karena menurut survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi
di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci al-Qur’an baik bagi yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.

Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Lalu, mengapa di dalam Islam, _*ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ?*_ Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasan logisnya :

Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh…

Nah… Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

_*Hal tersebut artinya harus dengan suara.*_ Maka muncullah *TERAPI SUARA* yang ditemukan oleh _*dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Prancis*_.

Sementara _*dr. Al-Qodhi menemukan,*_ bahwa
*MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BERSUARA,* _*Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.*_

Penelitian berikutnya membuktikan _*Sel Kanker dapat hancur*_ dengan menggunakan *FREKUENSI SUARA* saja.

Dan kembali terbukti bahwa, *Membaca Al-Qur’an* memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan disaat yang sama , Sel-sel sehat menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. _*Silahkan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca al-Qur’an adalah karena menurut survey :
*SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI.* _*Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

*Mengapa Sholat berjama’ah lebih di anjurkan?.*
_*Karena ada do’a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, Dan ini bisa memgembalikan sistem yang seharian rusak.*_

*Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?.*
_*Karena survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.*_

*Maka kesimpulannya adalah :*

*1. Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.*

*2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.*
*Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.*

*3. Benerkan baca al-Qur’an, karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.*

semoga bermanfaat