Rejeki Cerminan Kapasitas Diri

Banyak orang yang bertanya kepada saya kenapa banyak orang yang bekerja keras, namun rejekinya masih kandas?

Betapa banyak orang yang bekerja dengan sedemikian bersungguh-sungguh, bahkan berkeringat sedemikian luar biasa namun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sedemikian susah?

Namun kenapa ada orang yang sepertinya biasa beraktivitas, yang dikerjakan juga nyaman, nyaman, namun rejekinya sedemikian berlimpah, bahkan mampu berbagi kepada banyak orang.

Lima tahun ini saya mencoba mencari tahu kenapa itu bisa terjadi? Selain tentu saja karena memang takdir dari Allah.

Ternyata *berapa banyak rejeki yang layak dititipkan kepada Anda sangat terkait dengan seberapa besar kapasitas, wadah Anda untuk menerima rejeki itu*.

Sebagai sebuah ilustrasi: ketika hujan sedemikian deras, pak Bejo bawa 1 gelas, pak Untung bawa 1 ember, pak Bahagia mungkin tidur di rumah.

Ketika hujan sudah reda, ternyata pak Bejo hanya berhasil mengumpulkan 1 gelas air hujan, pak Untung berhasil mengumpulkan 1 ember, namun pak Bahagia yang ketika hujan deras justru dia bersama keluarga, menikmati kebersamaan, dengan sangat tenang ketika ditanya istrinya: “Ayah, Ayah gak cari air sebagaimana tetangga?

Maka pak Bahagia berkata: “tenang Ibu. Mungkin pak Bejo mendapat 1 gelas atau pak Untung mendapat 1 ember, gak masalah… sebab kita punya empang yang menampung air-air yang berlimpah, yang ditumpahkan oleh mereka, dan hujan-hujan yang berlimpah. Jadi tenang saja walau Ayah tidak ikut hujan-hujan, Ayah tetap memiliki 1 empang air.

Artinya *kapasitas, wadah*.

Bagaimana caranya agar kapasitas dan wadah Anda semakin besar? Jawabannya ada 3:
1) *Perbesar kemampuan Anda untuk memberi, berkontribusi, dan bermanfaat*. Semakin besar nilai manfaat Anda, maka semakin besar pula kapasitas Anda.

Orang-orang yang nilai manfaatnya stagnant di saat tahun berubah, maka dia tidak akan mendapatkan berkelimpahan besar rejeki dari yang seharusnya dia terima karena memang wadahnya tidak berubah.

2) *Perbesar silaturahim*. Dengan Anda bersilaturahim, maka semakin luas jejaring Anda, semakin luas pengetahuan Anda, dan semakin luas kapasitas Anda untuk berbagi, berkontribusi, untuk memberikan yang terbaik dengan jaringan Anda.

3) *Perbesar kapasitas keilmuan* Anda. Ilmu sedemikian cepat berubah. Kalau Anda tidak segera belajar, maka kapasitas Anda adalah kapasitas yang kadaluarsa.

Selamat memperbesar kapasitas diri. Mudah-mudahan dengan wadah baru yang lebih besar, rejeki Anda lebih berkah, bertambah dan mampu berbagi secara lebih barokah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s